www.flickr.com

Monday, April 28, 2008

Pelajaran Dari Northern Rock

Oleh Hari Prasetya

Bagi para pengemar Liga Inggris tentu sering melihat tulisan Northern Rock di kaos pemain yang sedang berlaga maupun di papan reklame pinggir lapangan. Northern Rock adalah nama sebuah bank yang menjadi sponsor utama klub sepakbola Newcastle “the Magpies” United dengan nilai kontrak sebesar 5,1 juta Poundsterling.

Northern Rock merupakan satu dari banyak bank di dunia yang mengalami kerugian yang besar akibat krisis subprime mortgage yang terjadi di Amerika Serikat. Akibat hal tersebut, Northern Rock mengalami kesulitan likuiditas karena bank lain enggan meminjamkan dananya di money market. Akhirnya Northern Rock meminta bantuan fasilitas lender of the last resort dari Bank of England.


Setelah berkonsultasi dengan FSA dan the Treasury (Departemen Keuangan) sesuai MOU Tripartite, Bank of England memberikan fasilitas lender of the last resort (di Inggris disebut Liquidity Support Facility /LSF) pada tanggal 13 September 2007. Berita pemberian LSF kepada Northern Rock ternyata justru menyebabkan nasabah menjadi panik dan secara bersama-sama menari dananya (rush). Dalam 2 hari saja (Jumat-Sabtu /14-15 September 2007) dana yang ditarik nasabah mencapai 2 miliar Poundsterling.

Untuk menghentikan kepanikan nasabah, the Treasury akhirnya mengumumkan pemberian jaminan terhadap seluruh kewajiban Northern Rock (simpanan dan unsecured credit) pada tanggal 18 September 2007. Penjaminan simpanan yang “sebenarnya” berlaku di Inggris (Financial Services Compensation Scheme) menggunakan co-asuransi yakni simpanan pada satu bank dengan saldo sampai 2.000 Poundsterling dijamin 100%, sedangkan 33.000 Poundsterling berikutnya dijamin hanya 90%, selebihnya tidak dijamin.Kejadian di atas dapat dijadikan pelajaran bagi kita setidaknya untuk 2 hal, yakni:

Pertama, selama ini sering dipahami bahwa fasilitas lender of last resort umumnya diberikan untuk bank yang mengalami bank runs atau rush. Dalam kasus Northern Rock, pemberian fasilitas LoLR justru yang mengakibatkan terjadinya bank runs.Selain mempunyai fungsi penjaminan simpanan nasabah bank, LPS juga melaksanakan fungsi penyelamatan (resolusi) bank gagal. Informasi mengenai pelaksanaan resolusi pada suatu bank gagal jika tidak dikelola dengan baik juga dapat berpotensi menimbulkan kepanikan nasabah yang justru akan kontraproduktif dengan upaya penyehatan bank gagal tersebut.

Kedua, apabila nasabah telah mengalami kepanikan, pemberian penjaminan simpanan terbatas yang lazim diterapkan di banyak negara tidak akan cukup untuk mencegah mereka untuk menarik dananya dari sistem perbankan. Dalam kasus Northern Rock, untuk mengatasi kepanikan nasabah Pemerintah Inggris akhirnya memberikan penjaminan penuh terhadap seluruh kewajiban Northern Rock.Dalam UU LPS, salah satu syarat nilai simpanan yang dijamin dapat diubah (ditingkatkan) apabila terjadi penarikan dana perbankan dalam jumlah besar secara bersamaan.

Dalam hal terjadi penarikan dana dalam jumlah besar pada hanya satu bank, apakah dapat digunakan sebagai alasan untuk menaikkan nilai simpanan yang dijamin pada hanya bank tersebut atau dapat pula digunakan alasan untuk menaikkan nilai simpanan yang dijamin pada seluruh bank.

No comments: